Header Ads

METODE-METODE PEMBELAJARAN DALAM AL QURAN

Metode-Metode Pembelajaran Dalam Al Quran
 
Belajar adalah salah satu amal shaleh yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dengan belajar manusia bisa mendapatkan ilmu dan dengan ilmu manusia dapat mencapai derajat yang mulia baik didunia maupun akhirat. Setiap tujuan memerlukan cara untuk mencapainya termasuk dalam hal belajar, cara dalam bahasa lainnya adalah metode yang berarti cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.

Dalam bahasa arab metode bisa disebut dengan thariqah (jalan), manhaj (sistem), dan washilah (perantara) ketigan-tiganya digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi metode dalam hal ini adalah suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi yang diajarkan.

Dengan demikian jelaslah bahwa metode amat berfungsi dalam menyampaikan materi pendidikan Islam. Manusia sebagai makhluk yang dididik yang mempunyai setidaknya 3 dimensi yaitu jasmani, ruhani dan akal. Juga dibekali oleh Allah kemampuan yang berbeda beda, untuk itu, maka dalam hal mendidik, manusia memerlukan pendekatan metode yang berbeda beda.

Bertolak dari pandangan tersebut diatas, Alquran menawarkan berbagai pendekatan dan metode dalam pendidikan, yakni dalam menyampaikan materi pendidikan. Antara lain:

Metode-Metode Pembelajaran Dalam Al Quran

1.    MetodeTeladan
Daam alquran diproyeksikan dengan kata uswah yang kemudian diberi sifat hasanah berarti baik. Kata uswah diulang sebanyak 6 kali dalam al quran, mengambil sampel nabi Muhammad saw dan nabi Ibrahin as:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (QS Al Ahzab 21)
Metode ini dianggap penting karena aspek agama dan akhlak harus ada contoh yang nyata agar tidak salah dalam menyembah kepada Allah swt, juga penting untuk menjelaskan dimensi akhlak yang berada dalam kawasan afektif seperti sabar, sayang, ihlas dll.

2.    Metode Kisah
Didalam al Quran selain terdapat nama surat Al Qashash yang berarti cerita-cerita atau kisah kisah, kata ini juga diulang sebnyak 44kali. Kisah kisah tersebut biasanya diakhiri dengan menggaris bawahi keutamaan dan kelemahan manusia. Misalnya kisah para nabi dengan keteguhan iman dan kesabarannya, kisah Qorun dengan takabbur dan kesombongannya dan lain lain.

3.    Metode Nasihat
Al Quran menggunakan kalimat kalimat yang menyentuh hati untuk mengarahkan manusia kepada yang dikehendakinya. Inilah yang dinamakan nasihat. Kata nasihat diulang sebnyak 13 kali, diantaranya adalah nasihat nabi Shaleh kepada ketika meninggalkan kaumnya

فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لاَ تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ
Maka Saleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".(Al A’raf 79)

Nasihat biasanya diberikan oleh nabi kepada orang yang melanngah peraturan dalam kontek sekarang nasihat bisa diterapkan kepada siswa atau murid yang melanggar peratuan.

4.    Metode Perintah dan Larangan (Directive)
Alquran banyak berisikan perintah dan larangan misalnya perintah melaksanakan shalat dan zakat

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.(QS. Al Baqarah  43)

Adapun yang berisikan larangan seperti larangan menyekutukan Allah

يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar".(QS. Luqman 13)
Metode ini biasanya digunakan atasan kepada bawahannya, seorang ayah kepada anaknya dengan model searah tanpa dialog atau tanya jawab.

Dalam kontek sekarang, metode ini bisa digunakan untuk pelajaran yang instruksional seperti tata cara wudhu dan shalat, pengoperasian komputer, belajar menyetir mobil dan hal hal lain yang langkah langkahnya berurutan secara pasti, peran guru disini sangat dominan (teacher centre).

5.    Metode Mengajar Tidak Langsung (Non Directive)
Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi dan analisis dan mampu berfikir sendiri sehingga dapat menemukan sebuah konsep.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّلِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكَ
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu (QS Attahrim 1)
Meskipun ayat ini berbentuk pertanyaan “lima” (mengapa) dan tidak secara langsung Allah melarang nabi untuk tidak mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, tetapi maksudnya jelas itu adalah sebuah konsep larangan, begitu pula dengan ayat berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ#كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamuperbuat?. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(QS. Ashshaf 2-3)

Kelebihan metode non direktive adalah Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa, sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan, siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya, aktif berfikir dan menguasai pengertian yang baik. Disini guru tidak perlu memberi instruksi secara langsung seprti kerjakan ini, jangan lakukan itu, akan tetapi guru cukup memancing dengan kalimat atau pertanyaan tertentu yang mengarahkan siswa dapat menemukan konsep ataupun jawabannya.

Contoh guru berkata kepada siswa “mengapa kamu membuang sampah di jalan?, atau “ apa yang terjadi  bila dijalan banyak sampah berserakan?, kalau begitu apa yang kita lakukan bila ada sampah berserakan?”.Tentu metode ini lebih dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan pendampingan yang lebih, sebab bila tidak, bisa bisa siswa memiiki pemahaman yang tidak sesuai yang diharapkan mengingat kemampuan setiap siswa tidak sama. Dalam hal ini peran siswa sangat dominan (student centre/ active learning)

6.    Metode Metode musyawarah
Metode ini adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui perundingan untuk mencapai tujuan denganbermusyawarah bersama.

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Asshaffat 102)

Dalam ayat ini bagaimana nabi Ibrahim as dalam mengajari anaknya Ismail as untuk taat melaksanakan perintah Allah tidak secara langsung, dengan ajakan, perintah ataupun larangan, akan tetapi dengan cara musyawarah minta pendapat anakknya, dalam ayat ini juga tidak secara jelas ada perintah untuk menyembelih, tapi dengan kecerdasan Ismail, bisa ditangkap bahwa mimpi ayahnya adalah salah satu cara Allah untuk menyampaikan perintahNya.
Metode-Metode Pembelajaran Dalam Al Quran
 Sebagai gambaran untuk memperjelas, satu tujuan bisa dicapai dengan beberapa metode. Tujuan agar manusia memeluk agama Islam, bisa memakai metode dibawah ini:

1.    Metode Perintah

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".(al Baqarah 131)

2.    Metode Berita
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(ali imran 85)
Allah menginginkan hambanya masuk Islam, namun di ayat pertama Allah menggunakan kalimat perintah “aslim”artinya masuklah islam/ berislamlah, namun diayat yang kedua Allah menggunakan metode berita” waman.......” artinya barang siapa yang mengambil agama selain Islam, dilanjutkan dengan keterangan akibat dari perbuatan seseorang, maka akhirnya dia akan merugi.bagi orang yang cerdas, berakal sehat pasti tidak akan mau rugi, dengan demikian ia tidak mengambil agama selain Islam, dengan kata lain hanya dengan masuk Islam manusia tidak akan merugi.

Begitu pula dalam masalah infaq, ada metode berita juga metode perintah

 لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepadakebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Ali Imran 92)

Ayat ini tidak ada kalimat perintah untuk berinfak, tetapi maknanya jelas anjuran berinfak dengan hal hal yang baik dan disenangi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.(QS. Albaqarah 254)

Adapun dibawah ini adalah metode berita, namun mencakup perintah dan larangan

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
 Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
 
 Dua ayat terakhir surat Al zalzalah ini mengisyaratkan bila ingin mendapatkan balasan baik, maka berbuatlah baik, bisa juga bila tidak ingin mendapat balasan yang buruk kelak, maka jangan berbuat buruk. Maha suci Allah dengan segala firmanNya yang menjadi sumber ilmu yang tidak pernah putus.

Pembahasan metode pembelajaran adalah wilayah ijtihadi yang setiap saat bisa berkembang sejauh mana kita bisa menggalinya baik dari Alquran dan sunnah, beberapa contoh metode diatas adalah sebagian kecil dari banyak metode yang telah digali oleh para ahli pendidikan Islam dan masih banyak lagi yang lainnya, Muzaiyyin arifin dalam bukunya menyebutkan ada 15 metode.Yang perlu digaris bawahi adalah, tidak perlu mempertentangkan metode satu dengan yang lain.

seperti metode pendidikan Nabi Ibrahim dengan Luqman, perintah Allah kepada nabi satu dengan nabi yang lain, selama ada dasar landasannya dari al Quran maupun Sunnah, karena tidak mungkin satu metode bisa efektif digunakan untuk semua manusia dalam semua kondisi, mengingat potensi dan kemampuan yang dimiliki setiap manusia berbeda pula, justru yang lebih penting bagi kita adalah menggali berbagai metode dengan mendalam untuk memperkaya khazanah pendidikan Islam.



Abdurrochman Kholil
Aktivis pendidikan Integral Surabaya

No comments

Theme images by konradlew. Powered by Blogger.